Rabu, 30 November 2016


Mahasiswa Lulusan KTP sebagai Gurunya Guru

Rustita Nurul Hidayah

rustitanh31@gmail.com

Pendahuluan

Salah satu tantangan mendesak dalam menghadapi era global adalah dengan mempersiapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Unggulnya SDM bisa diperoleh dengan cara merancang, mengembangkan, mengelola sistem pendidikan yang berkualitas. Jika berbicara mengenai sistem pendidikan di Indonesia tentunya masih jauh dari kata unggul, mengingat terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang mengharuskan kita untuk terus beradaptasi agar tidak jauh tertinggal dari Negara lain.

Selain itu yang menjadi permasalahan dalam usaha meningkatkan kualitas SDM yang unggul yaitu dengan mempersiapkan tenaga pengajar (Guru) yang berkualitas pula. Karena guru harus bisa menjadi manajer, fasilitator, innovator dan motivator bagi peserta didik. Dan keberadaan guru tidak dapat digantikan oleh apapun termasuk teknologi, karena secanggih apapun teknologi dan media pembelajaran yang ada tidak dapat berinteraksi secara efektif dengan peserta didik seperti halnya jika guru mengajar di depan kelas yang bisa berinteraksi dua arah dengan peserta didik.

Meskipun demikian adanya media pembelajaran tetap diperlukan mengingat terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan  teknologi yang harus selalu diikuti, karena apabila tidak bisa tertinggal jauh dibelakang dibanding negara lain. Sedangkan di Indonesia sendiri masih banyak ditemukan tenaga pendidik yang gagap teknologi (Gaptek). Dikarenakan perkembangan zaman yang berbeda dimana pada saat beliau dulu mengenyam banggku pendidikan belum ada teknologi secanggih sekarang seperti adanya laptop, internet, gadget, dan lain sebagainya. Sehingga saat menghadapi hal tersebut memerlukan adaptasi yang cukup untuk dapat mengikuti perkembangan IPTEK.

 

 

Mahasiswa lulusan TP sebagai Gurunya Guru

            Sebenarnya apa sih TP itu? Kalau kita mengacu pada definisi teknologi pendidikan menurut AECT tahun 2004, maka teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam meracang, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan mengevaluasi proses dan sumber belajar (Seels, B.B.,& Richey R.C. 1994). Jadi teknologi pendidikan menentukan bagaimana merancang, mengembangkan memanfaatkan, mengelola dan mengevaluasi pembelajaran, semuanya terangkum pada jurusan teknologi pendidikan. Dengan harapan setelah lulus nanti mahasiswa TP bisa mengimplementasikannya dalam dunia pendidikan.

            Jurusan TP mempunyai tiga konsentrasi yaitu multimedia, pengembang kurikulum, dan pengembang teknologi pembelajaran. Berikut merupakan tulisan Nurkolis dalam makalah yang disajikan dalam seminar nasional dan kongres VI IMATEPSI tanggal 28 April 2016:

Ahli Kurikulum dan Teknologi Pendidikan memiliki peran yang besar dalam perubahan sistem pendidikan nasional baik sebagai penyedia data, penyedia sumber belajar, pendamping pembelajaran, ahli kurikulum, ahli pembelajaran, fasilitator pembelajaran, pemimpin sekolah dan agen perubahan. Pada intinya ahli Kurikulum dan Teknologi Pendidikan sebagai pemikir pembangunan pendidikan.

Dari pernyataan diatas dapat terlihat bahwa ahli kurikulum dan teknologi pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Ahli kurikulum dan teknologi pendidikan juga dapat dikatakan sebagai gurunya para guru. Karena dalam pendidikan sangat bergantung pada kurikulum dan juga perkembangan teknologi, yang mana keduanya masuk ke dalam kualifikasi bidang kurikulum dan teknologi pendidikan. Kurikulum yang harus selalu berubah mengikuti perkembangan masyarakat serta media pembelajaran yang digunakan guna menunjang pembelajaran juga akan terus berkembang mengikuti kemajuan IPTEK.

            Sebaik apapun kurikulum yang diterapkan apabila tidak diimplementasikan dengan baik oleh pendidik (guru) maka tidak akan berhasil. Maka dari itu ahli kurikulum dan guru harus bisa mengatasi hal tersebut. Sebelum guru menerapkan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku maka ahli kurikulum akan terlebih dahulu member arahan mengenai kurikulum yang berlaku kepada para guru. Karena tidak semua guru bisa langsung mengerti apa yang ada dalam kurikulum dan bagaimana pengimplementasiannya pada siswa. Kalaupun sudah mengerti belum tentu sama pemikirannya dengan para pengembang kurikulum. Agar hal tersebut tidak terjadi harus ada komunikasi yang baik oleh seorang ahli kurikulum dan pendidik (guru).

            Sebagai pendamping pembelajaran selain pendidik atau guru itu sendiri adalah media pembelajaran yang digunakan guna menunjang pembelajaran. Media pembelajaran juga memberikan pengaruh yang besar dalam dunia pendidikan. Seperti kutipan Rusenywati, L. pada makalah yang ditampilkan pada seminar nasional pendidikan 2016 di Unnes, beliau mengutip tulisan Dale (1969: 180):

Bahan-bahan audio-visual banyak memberikan manfaat asalkan guru berperan aktif dalam pembelajaran. Hubunganb guru dengan siswa tetap merupakan elemen paling penting dalam sistem pendidikan modern saat ini. Guru harus selalu hadir untuk menyajikan materi pembelajaran dengan bantuan media apa saja agar manfaat berikut ini dapat terealisasi: yaitu meningkatnya rasa saling pengertian dan simpati dalam kelas, membuahkan perubahan signifikan tingkah laku siswa, menunjukan hubungan antarmata pelajaran dan kebutuhan dan minat siswa dengan meningkatnya motivasi belajar siswa.

            Jadi lulusan KTP nantinya juga akan turut serta dalam pengembangan media pembelajaran agar semua manfaat yang telah dijabarkan tersebut dapat terealisasi dengan baik. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya juga mempengaruhi, karena dengan adanya perkembangan IPTEK lebih berkembang pulalah media yang digunakan untuk pembelajaran sehingga para pengembang TP harus selalu siap menerima pembaharuan dari luar.

Ungkapan Mahasiswa lulusan KTP sebagai gurunya guru sebenarnya hanyalah tersirat, karena untuk menjadi ahli kurikulum, ahli pembelajaran, penyedia sumber belajar, penyedia data, pendamping pembelajaran, dan lain sebagainya itu masih jauh karena membutuhkan jnjang pendidikan yang lebih lanjut pula. Namun banyak dosen yang berkata demikian, mengapa? Agar mahasiswa lebih termotivasi lagi, lebih bersemangat lagi menuntut ilmu di jurusan kurikulum dan teknologi pendidikan. Agar mahasiswa KTP lebih krtitis terhadap pendidikan di Indonesia, dan bisa turut serta mencari solusi untuk segala permasalahan yang ada di pendidikan di Indonesia.

PENUTUP

            Ahli kurikulum dan teknologi pendidikan memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan, yakni sebagai pemikir pembangunan pendidikan. Maksudnya segala bentuk perubahan dan perkembangan akan selalu dihadapi oleh ahli kurikulum dan teknologi pendidikan, misalnya saja dalam hal pengembangan kurikulum akan terus mengikuti perkembangan masyarakat yang tentunya tidak statis melainkan selalu berubah, dan dalam pengembangan media pembelajaran juga mengikuti perkembangan IPTEK.

            Ungkapan lulusan mahasiswa KTP sebagai gurunya guru adalah agar mahasiswa TP turut berperan aktif dan berpikir kritis terhadap sestem pendidikan nasional di Idnonesia. Dengan demikian diharapkan mahasiswa juga kritis dalam menentukan langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan.

Daftar Pustaka

Seels, B. B. & Richey, R. C. (1994). Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Unit Penerbitan Universitas Negeri Jakarta.

Nurkolis. (2016). Peran Penting Teknologi Pendidikan Dalam Kurikulum. Disajikan pada Seminar Nasional dan Kongres VI IMATEPSI Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang. 28 April 2016.
Rusenywati, L. (2016). Pendidik Inovatif Pembentuk Generasi Produktif. Disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan 2016.