Mahasiswa
Lulusan KTP sebagai Gurunya Guru
Rustita Nurul Hidayah
rustitanh31@gmail.com
Pendahuluan
Salah
satu tantangan mendesak dalam menghadapi era global adalah dengan mempersiapkan
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Unggulnya SDM bisa diperoleh
dengan cara merancang, mengembangkan, mengelola sistem pendidikan yang
berkualitas. Jika berbicara mengenai sistem pendidikan di Indonesia tentunya
masih jauh dari kata unggul, mengingat terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi (IPTEK) yang mengharuskan kita untuk terus beradaptasi agar tidak
jauh tertinggal dari Negara lain.
Selain
itu yang menjadi permasalahan dalam usaha meningkatkan kualitas SDM yang unggul
yaitu dengan mempersiapkan tenaga pengajar (Guru) yang berkualitas pula. Karena
guru harus bisa menjadi manajer, fasilitator, innovator dan motivator bagi
peserta didik. Dan keberadaan guru tidak dapat digantikan oleh apapun termasuk
teknologi, karena secanggih apapun teknologi dan media pembelajaran yang ada
tidak dapat berinteraksi secara efektif dengan peserta didik seperti halnya
jika guru mengajar di depan kelas yang bisa berinteraksi dua arah dengan
peserta didik.
Meskipun
demikian adanya media pembelajaran tetap diperlukan mengingat terus
berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi yang harus selalu diikuti, karena apabila tidak bisa
tertinggal jauh dibelakang dibanding negara lain. Sedangkan di Indonesia
sendiri masih banyak ditemukan tenaga pendidik yang gagap teknologi (Gaptek).
Dikarenakan perkembangan zaman yang berbeda dimana pada saat beliau dulu
mengenyam banggku pendidikan belum ada teknologi secanggih sekarang seperti
adanya laptop, internet, gadget, dan
lain sebagainya. Sehingga saat menghadapi hal tersebut memerlukan adaptasi yang
cukup untuk dapat mengikuti perkembangan IPTEK.
Mahasiswa lulusan TP sebagai
Gurunya Guru
Sebenarnya apa sih TP itu? Kalau
kita mengacu pada definisi teknologi pendidikan menurut AECT tahun 2004, maka
teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam meracang, mengembangkan,
memanfaatkan, mengelola dan mengevaluasi proses dan sumber belajar (Seels,
B.B.,& Richey R.C. 1994). Jadi teknologi pendidikan menentukan bagaimana
merancang, mengembangkan memanfaatkan, mengelola dan mengevaluasi pembelajaran,
semuanya terangkum pada jurusan teknologi pendidikan. Dengan harapan setelah
lulus nanti mahasiswa TP bisa mengimplementasikannya dalam dunia pendidikan.
Jurusan TP mempunyai tiga
konsentrasi yaitu multimedia, pengembang kurikulum, dan pengembang teknologi
pembelajaran. Berikut merupakan tulisan Nurkolis dalam makalah yang disajikan
dalam seminar nasional dan kongres VI IMATEPSI tanggal 28 April 2016:
Ahli Kurikulum dan Teknologi
Pendidikan memiliki peran yang besar dalam perubahan sistem pendidikan nasional
baik sebagai penyedia data, penyedia sumber belajar, pendamping pembelajaran,
ahli kurikulum, ahli pembelajaran, fasilitator pembelajaran, pemimpin sekolah
dan agen perubahan. Pada intinya ahli Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
sebagai pemikir pembangunan pendidikan.
Dari
pernyataan diatas dapat terlihat bahwa ahli kurikulum dan teknologi pendidikan
mempunyai peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Ahli kurikulum dan
teknologi pendidikan juga dapat dikatakan sebagai gurunya para guru. Karena
dalam pendidikan sangat bergantung pada kurikulum dan juga perkembangan
teknologi, yang mana keduanya masuk ke dalam kualifikasi bidang kurikulum dan
teknologi pendidikan. Kurikulum yang harus selalu berubah mengikuti
perkembangan masyarakat serta media pembelajaran yang digunakan guna menunjang
pembelajaran juga akan terus berkembang mengikuti kemajuan IPTEK.
Sebaik apapun kurikulum yang
diterapkan apabila tidak diimplementasikan dengan baik oleh pendidik (guru)
maka tidak akan berhasil. Maka dari itu ahli kurikulum dan guru harus bisa
mengatasi hal tersebut. Sebelum guru menerapkan pembelajaran sesuai dengan
kurikulum yang berlaku maka ahli kurikulum akan terlebih dahulu member arahan
mengenai kurikulum yang berlaku kepada para guru. Karena tidak semua guru bisa
langsung mengerti apa yang ada dalam kurikulum dan bagaimana
pengimplementasiannya pada siswa. Kalaupun sudah mengerti belum tentu sama
pemikirannya dengan para pengembang kurikulum. Agar hal tersebut tidak terjadi
harus ada komunikasi yang baik oleh seorang ahli kurikulum dan pendidik (guru).
Sebagai pendamping pembelajaran
selain pendidik atau guru itu sendiri adalah media pembelajaran yang digunakan
guna menunjang pembelajaran. Media pembelajaran juga memberikan pengaruh yang
besar dalam dunia pendidikan. Seperti kutipan Rusenywati, L. pada makalah yang
ditampilkan pada seminar nasional pendidikan 2016 di Unnes, beliau mengutip
tulisan Dale (1969: 180):
Bahan-bahan audio-visual banyak
memberikan manfaat asalkan guru berperan aktif dalam pembelajaran. Hubunganb
guru dengan siswa tetap merupakan elemen paling penting dalam sistem pendidikan
modern saat ini. Guru harus selalu hadir untuk menyajikan materi pembelajaran
dengan bantuan media apa saja agar manfaat berikut ini dapat terealisasi: yaitu
meningkatnya rasa saling pengertian dan simpati dalam kelas, membuahkan
perubahan signifikan tingkah laku siswa, menunjukan hubungan antarmata
pelajaran dan kebutuhan dan minat siswa dengan meningkatnya motivasi belajar
siswa.
Jadi lulusan KTP nantinya juga akan
turut serta dalam pengembangan media pembelajaran agar semua manfaat yang telah
dijabarkan tersebut dapat terealisasi dengan baik. Perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi tentunya juga mempengaruhi, karena dengan adanya
perkembangan IPTEK lebih berkembang pulalah media yang digunakan untuk
pembelajaran sehingga para pengembang TP harus selalu siap menerima pembaharuan
dari luar.
Ungkapan
Mahasiswa lulusan KTP sebagai gurunya guru sebenarnya hanyalah tersirat, karena
untuk menjadi ahli kurikulum, ahli pembelajaran, penyedia sumber belajar,
penyedia data, pendamping pembelajaran, dan lain sebagainya itu masih jauh
karena membutuhkan jnjang pendidikan yang lebih lanjut pula. Namun banyak dosen
yang berkata demikian, mengapa? Agar mahasiswa lebih termotivasi lagi, lebih
bersemangat lagi menuntut ilmu di jurusan kurikulum dan teknologi pendidikan.
Agar mahasiswa KTP lebih krtitis terhadap pendidikan di Indonesia, dan bisa
turut serta mencari solusi untuk segala permasalahan yang ada di pendidikan di
Indonesia.
PENUTUP
Ahli
kurikulum dan teknologi pendidikan memiliki peranan penting dalam dunia
pendidikan, yakni sebagai pemikir pembangunan pendidikan. Maksudnya segala
bentuk perubahan dan perkembangan akan selalu dihadapi oleh ahli kurikulum dan
teknologi pendidikan, misalnya saja dalam hal pengembangan kurikulum akan terus
mengikuti perkembangan masyarakat yang tentunya tidak statis melainkan selalu
berubah, dan dalam pengembangan media pembelajaran juga mengikuti perkembangan
IPTEK.
Ungkapan lulusan mahasiswa KTP
sebagai gurunya guru adalah agar mahasiswa TP turut berperan aktif dan berpikir
kritis terhadap sestem pendidikan nasional di Idnonesia. Dengan demikian
diharapkan mahasiswa juga kritis dalam menentukan langkah apa yang harus
diambil untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan.
Daftar Pustaka
Seels, B. B. & Richey, R. C. (1994).
Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Unit
Penerbitan Universitas Negeri Jakarta.
Nurkolis. (2016). Peran Penting Teknologi Pendidikan Dalam Kurikulum. Disajikan pada
Seminar Nasional dan Kongres VI IMATEPSI Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Semarang. 28 April 2016.
Rusenywati, L. (2016). Pendidik Inovatif Pembentuk Generasi Produktif. Disajikan pada
Seminar Nasional Pendidikan 2016.